Fotografi
Sejarah Fotografi di Indonesia
22.21Sejarah Fotografi di Indonesia
Lika liku adanya sejarah fotografi di Indonesia tidak lepas dari momen dan kaitannya dengan politik-sosial yang terjadi di Indonesia. Fotografi mulai masuk di Indonesia pada era 1840 setahun setelah fotografi ditemukan oleh seorang petugas media, Jurrian Munnich yang berasal dari negeri kincir angin. Ia yang membawa dunia fotografi kepada Indonesia. Munich diberi tugas mengabadikan tanaman-tanaman serta kondisi alam yang ada di Indonesia sebagai cara untuk mendapatkan informasi seputar kondisi alam. Sejak saat itu, kamera menjadi bagian dari teknologi modern yang dipakai Pemerintah Belanda untuk menjalankan kebijakan barunya. Penguasaan dan kontrol terhadap tanah jajahan tidak lagi dilakukan dengan membangun benteng pertahanan atau penempatan pasukan dan meriam, melainkan dengan cara menguasai teknologi transportasi dan komunikasi modern. Dalam kerangka ini, fotografi menjalankan fungsinya lewat pekerja administratif kolonial, pegawai pengadilan, opsir militer, dan misionaris. Pada saat itu Munich membawa sebuah dauguerreotyp.
Singkat cerita pada
akhirnya Munich dituliskan dalam sejarah “Kali Madioen”, saat ia
memotret alam di Jawa Tengah. Karyanya menjadi salah satu karya foto
Munich yang dianggap paling sukses saat itu. Tugas diteruskan kepada
Adolf Schaefer yang tiba di Batavia (sekarang Jakarta) pada tahun 1844.
Schaefer juga berhasil memotret objek-objek foto patung Hindu-Jawa dan
foto Candi Borobudur. Sampai akhirnya dua bersaudara asal Inggris,
Albert Walter Woodbury dan James Page datang ke Indonesia pada tahun
1857 yang menjadi titik terang dimulainya sejarah pendokumentasian
Indonesia secara lengkap. Foto-foto yang dihasilkan kedua bersaudara ini
adalah upacara-upacara tradisional, suku-suku pedalaman dan
bangunan-bangunan kuno di Indonesia.
| Sultan Hamengku Buwono VII karya Kassian Cephas |
Kasian
Cephas adalah warga lokal asli. Ia dilahirkan pada tanggal 15 Februari
1844 di Yogyakarta. Cephas sebenarnya adalah asli pribumi yang kemudian
diangkat sebagai anak oleh pasangan Adrianus Schalk dan Eta philipina
Kreeft, lalu disekolahkan ke Belanda. Cephas lah yang pertama kali
mengenalkan dunia fotografi ke masyarakat Indonesia. Meski demikian,
literatur-literatur sejarah Indonesia sangat jarang menyebut namanya
sebagai pribumi pertama yang berkarir sebagai fotografer profesional.
Nama Kassian Cephas mulai terlacak dengan karya fotografi tertuanya
buatan tahun 1875.
Dibutuhkan waktu
hampir seratus tahun bagi bangsa ini untuk benar-benar mengenal dunia
fotografi. Masuknya Jepang pada tahun 1942 telah menciptakan kesempatan
bagi bangsa Indonesia untuk menyerap teknologi ini. Demi kebutuhan
propagandanya, Jepang mulai melatih orang Indonesia menjadi fotografer
untuk bekerja di kantor berita mereka, Domei. Pada saat itulah muncul
nama Mendur Bersaudara. Merekalah yang membentuk imaji baru tentang
bangsa Indonesia.
Lewat fotografi,
Mendur bersaudara berusaha menggiring mental bangsa ini menjadi
bermental sama tinggi dan sederajat. Frans Mendur bersama kakaknya, Alex
Mendur, juga menjadi icon bagi dunia fotografer nasional. Mereka kerap
merekam peristiwa-peristiwa penting bagi negeri ini, salah satunya
adalah mengabadikan detik-detik pembacaan Proklamasi Kemerdekaan
Republik Indonesia. Inilah momentum ketika fotografi benar-benar
“sampai” ke Indonesia, ketika kamera berpindah tangan dan orang
Indonesia mulai merepresentasikan dirinya sendiri.
Sampai
akhirnya kini fotografi menjadi sebuah karya dan kitab peradabaan
cahaya masa lalu dan masa kini bagi orang-orang yang tak lelah untuk
terus mengabadikan segala bentuk peristiwa yang nantinya menjadi sejarah
bangsa Indonesia.Pengen Tau Sejarah singkat Fotografi klik disini
0 komentar